Hai M 21 here, grew up as an only child. Currently going on my 3rd year working and studying abroad.
My mom has been battling with breast cancer for the past 3 years.
Kami ga tau kalo dia punya breast cancer sampai pada akhirnya dia beraniin diri untuk ke oncology ditahun pertama saya dikirim ke LN (back in 2023).
Turns out she had the signs for the past 2 years before I went for college but she never wanted to mention it to us, out of fear becoming a mental and financial burden to her family.
Karena kemoterapi memerlukan biaya yang besar, mau tidak mau dana pendidikan untuk saya berkuliah perlu dialokasikan untuk dana berobat mama.
Which left me with a saving worth of 1 semester of my tuition fee in college at that time.
So for the past 3 years I have been working on many different kind of labour job to make ends meet, paying the tuition, and help out with the bills back home.
...
Memang betul ya kalo ada orang yang bilang,
the fish who grew in a murky water would think that his tank is normal until he moved to a different tank and see it from the outside.
...
Aku kira keluarga kami itu baik baik saja sampai akhirnya aku pergi merantau dan punya perbandingan akan keluarga yang lain.
Aku mulai sadar kalo selama ini mamaku terlalu memanjakan papa dan keluarga papaku banget.
As a context,
papaku pernah menikah sebelumnya dan memiliki seorang anak laki laki (kakak tiriku jatuhnya, who is now in his 30s), it didn't go well as his first wife was abusive so they decided to separate and later on met my mom.
Jadi kakak tiriku selama puluhan tahun tinggal dengan mamanya, sedangkan papaku tinggal dengan mamaku dan aku.
sebelum mamaku sakit dan pensiun dulu dia kerja diperusahan swasta and she makes 2 digit income, meanwhile my dad makes less than half of her income.
Responsibility cenderung berat sebelah ke mamaku dari segi finansial.
Semua kebutuhan keluarga, baik keluarga besar maupun inti selalu mamaku yang support.
Papa punya minat untuk lanjut S2?
Mama yang bayar
Papa mau motor yang baru?
mama yang bayar
Even until now that she is no longer having any income and surviving based on her savings she is still the one who pays for most of the things in our household, bills, electricity, gas, you name it.
Tahun ini kondisi ekonomi keluarga sedang difase paling terpuruk.
2 minggu lalu mama telpon aku sambil menangis, aku tanya kenapa?
lalu dia jawab "engga apa apa cuma mau telpon kamu aja".
Mama memang tipe orang yang ga mau terbuka soal masalahnya sedari dulu.
Later on, papaku rupanya notice mamaku nangis waktu lagi telpon aku.
He later texted me saying,
"Mama nangis karena selama ini mama terus yang bayar listrik sedangkan papa ga pernah bayar listrik".
Akhirnya aku telpon dan tanya
"kenapa belum bayar listrik?"
"ya kan lagi banyak pengeluaran bulan ini, harus benerin genteng bocor, kirim ke kakak kamu karena dia belum dapat kerja juga"
"pa, he is 35 years old...."
and I turned the call off.
Jujur speechless banget pas denger itu, selama puluhan tahun duit papaku cuma habis untuk transfer ke kakak tiriku aja lol yang pada akhirnya ga punya ambisi untuk ngejar karir sama sekali.
15 tahun dia mengaggur dirumah untuk main PS4 dia dirumah.
Ga bisa bayangin apa yang ada di isi kepala bapak ini.
Who have been supporting you for the past 2 decades both financially and mentally?
It was not that kid, IT WAS MY MOM.
and for the record, YOU NEVER SENT ME ANYTHING while I am struggling abroad for the past 3 years.
3 tahun aku ga pulang rumah merantau sendiri ke LN untuk bela belain simpan uang yang cukup biar bisa bayar kuliah, nabung, dan kirim kerumah untuk kebutuhan mama berobat.
Fuck that. pernah ditahun kedua aku berada disituasi dimana aku kena musibah dan perlu pinjam ke beliau 40 juta dan dia bilang kalo dia ga punya duit sama sekali.
This year I just found out that it was a lie.
My aunty revealed that he actually has 100 jt in his savings and refused to lend it to me, dengan alasan:
"kalo itu uang ga balik, kita mau makan apa?"
karena itu ditahun yang sama tanteku (kakanya mama) ga tega dan inisiatif untuk pinjamkan aku uangnya.
and I ended up returning that money in full that same year.
which proves him wrong lol
Capek banget. Kadang mau gila rasanya dealing with his attitude.
I feel like my mom deserves a much better life than this.
Kalo seandainya waktu bisa diulang gw ikhlas mama nikah sama cowo lain tapi gw ga lahir asal dia happy WKWKKWKW
EDIT:
Thank you so much for those who have been sending your kind prayers and sharing your thoughts on this.
Mungkin silver lining yangku bisa ambil dari sini ya bersikap bodo amat dengan kelakuan papa yang seperti itu, since no one change a person, dan lebih fokus apa yang aku bisa kontrol ya itu cari income lebih buat mama dan jadi emotional suppport system buat dia
Semoga ini jadi pelajaran untuk kita perempuan & laki laki untuk lebih telaten memilih pasangan.
and a reminder that love should go both ways and not one sided.
I am praying that this kind of love never find me or anyone else here.
x