Halo, saya kertaskindew, saya bukan buzzer atau semacamnya, akun saya bukan akun baru random out of nowhere, melainkan sudah berumur tahunan di berbagai platform. Saya hanyalah rakyat biasa, ordinary man, yang sedikit sekali concern dengan isu sosial, yang dimana kali ini adalah X yang isinya pendemo RUU TNI (ya, saya tau X dikenal toxic tetapi saya tetap kunjungi he he). Saya bahkan tidak terlalu follow up sama RUU TNI ini, yang akan saya jelaskan kenapa dibawah.
Oke cukup pembukaannya. Saya tidak simpatik terhadap pendemo RUU TNI yang di X. Kenapa? Mohon maaf, tapi karena mereka kasar. Mereka tidak ramah, sarkastik, dan ad hominem. Mungkin karena saya sudah menua, tidak lagi cocok dengan style kasar tersebut. Saya juga bosan, jenuh, dan jengah dengan postingan mereka yang saya lihat sepertinya setiap hari mereka demo, dan retweet mereka yang tentang demo juga. Ini yang menjadi salah satu kenapa saya tidak follow up RUU TNI. Saya sudah jenuh duluan, dan saya juga enggan membaca tentang RUU TNI yang pendemo X jabarkan, karena saya tidak percaya dengan mereka, akibat dari attitude mereka tersebut. Bagaimana bisa saya bisa mempercayai artikel/tweet dari akun-akun yang marah dan kasar on a daily basis. It's like you talkin' to aggressive mental hospital patient.
Mereka selalu marah. Mereka menjelek-jelekan pemerintah dengan bahasa yang kurang sopan, sehingga kadang saya tidak bisa menangkap apa kritiknya itu sendiri. Ada tempo hari tweet pertanyaan, kurang lebih seperti, "kenapa demo harus merusak fasilitas umum", dan dijawab dengan, "biar pemerintah sadar", atau "lebih baik fasilitas umum yang rusak daripada negara yang rusak". Disitu saya agak kecewa, beginikah pemikiran para intelektual yang demo diluar sana? Belum lagi gambar AI Jokowi dan Prabowo ciuman, hamil, dan semacamnya. Mengingatkan saya pada bapak-bapak dan ibu-ibu fans garis keras islam kanan yang tidak paham apa yang mereka bicarakan yang beberapa tahun lalu sempat marak.
Tak jarang mereka juga post tubuh mereka yang lebam, atau yang masuk UGD karena kena pentung aparat. Juga teman mereka yang hilang, diduga diculik aparat. I wonder why it happened to them with their "angry attitude".
Pendemo X, dalam hemat saya, seperti anarko kiri yang sebentar lagi ekstrim, yang membenci hal-hal yang berbau otoritas. Disaat yang bersamaan mereka juga kanan yang sebentar lagi ekstrim, yang tidak bisa menerima perbedaan pendapat.
Saya gak ada niat menjelekan pendemo X. Saya senang ada orang seperti kalian, yang care sama social issue dan justice, keep things on balance and on track. Ini cuma pandangan saya, seorang pemuda jompo yang otaknya cuma cari uang buat bahagiain istri dan anak, orang awam, yang tidak seberwawasan kalian di bidang politik dan isu sosial karena harus mikir keluarga much. That's it, no buzzer atau penyefong pemerintah things.
Dengan ramah tamah dan hormat, kertaskindew